"BALASAN YANG MENGECEWAKAN"
Ada ungkapan mengatakan: "air susu dibalas dengan air tuba". Maksudnya, kebaikan justru di balas dengan kejahatan. Ungkapan itu bukan hanya sebuah ungkapan semata. Itu juga merupakan fakta dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang telah berbuat baik kepada sesamanya, justru mendapat balasan yang tidak baik. Di dalam Alkitab pun, ada peristiwa "air susu dibalas dengan air tuba".
Ketika itu Musa menegur seorang Ibrani yang memukul temannya. Bukannya merasa bersalah atau pun bertobat, orang itu justru balik menegur dan mencela musa. Padahal sebelumnya, orang itu telah dibela Musa di hari sebelumnya. Orang Ibrani itu bukan hanya tidak tahu berterima kasih kepada Musa, tapi juga berbuat hal yang tidak menyenangkan kepada Musa. Padahal, musa memiliki maksud yang baik ketika menegur orang itu.
Nah, bagaimana dengan kita? Pernahkah kita berbuat baik kepada seseorang namun dibalas dengan hal-hal yang tidak menyenangkan bahkan menyakitkan? Bagaimana kita menyikapi hal itu? Apakah hal itu membuat kita berhenti melakukan hal-hal yang baik? Seharusnya tidak! Meskipun perbuatan baik kita mendapat balasan yang tidak baik, tetaplah berbuat baik!
Biar bagaimana pun, Tuhan mengajarkan kita agar berbuat baik, misalnya menolong, mengampuni, menegur untuk kebaikan, dll. Itu harus tetap kita lakukan, meskipun kita mendapat balasan yang tidak baik. Sebab, pada dasarnya melakukan hal-hal yang baik itu tidak tergantung kepada orang lain. Itu tergantung pada niat dan kemauan kita.